Minggu, 30 Januari 2011
Nitrogen Dioksida, Ozon & Senyawa Timbal Dapat Meningkatkan Bahaya Polusi untuk Anak Perkotaan
Efek kesehatan yang merugikan dari ozon (O3) dan nitrogen dioksida (NO2) telah dikenal selama beberapa dekade. The Clean Air Act didirikan pada tahun 1963, tetapi ambien kualitas tidak diatur sampai tahun 1970, dan pada tahun 1971 EPA telah membentuk satu jam Nasional Standar Kualitas Udara Ambien (NAAQS) dari 0,08 ppm untuk kedua O3 dan nitrogen dioksida. Nitrogen dioksida dan ozon adalah dua dari luar ambien polutan kimia utama yang mempengaruhi penderita asma. Selain itu, nitrogen dioksida berperan dalam pembentukan hujan asam, memberikan kontribusi terhadap pemanasan global, dan menghambat pertumbuhan tanaman. Ozon dipermukaan mengganggu kemampuan tanaman untuk memproduksi (berfotosintesis) dan menyimpan makanan, dan menurunkan ketahanan tanaman terhadap penyakit.
Hanya ketika kita berpikir bahwa kita mendapatkan pegangan di seluruh catatan kriminal dua senyawa, ilmuwan dari University of California, Irvine telah menghubungkan mereka ke yang lain melarang lingkungan dan kesehatan, timbal (Pb). Dalam abstrak yang diterbitkan di Lingkungan. Sci. Teknologi, 14 Oktober 2009 (pasal ASAP) RD Edwards, NL Lam, L. Zhang, MA Johnson dan MT Kleinman dari Sekolah Kedokteran Universitas California, Irvine melaporkan bahwa nitrogen dioksida (NO2) dan ozon (O3) dari kendaraan emisi bereaksi dengan permukaan yang dicat dengan cat mengandung timbal dan meningkatkan pelepasan timbal. Menurut Edwards, cat terbuat dari dua komponen dasar: butiran pigmen dan pengikat polimer tak jenuh yang mengikat mereka bersama-sama. O3 dan NO2 , biasanya bereaksi dengan senyawa tak jenuh. Edwards dan koleganya menduga bahwa karakteristik ini mungkin bisa membuat butiran pigmen timbal menjadi terdapat di debu rumah atau kepegang tangan anak-anak di lingkungan perkotaan di mana O3 dan NO2 sering terdapat dalam konsentrasi tinggi.
Para peneliti melapisi stainless steel dengan lapisan tipis cat mengandung timbal dan terkena NO2 dan O3. Mereka kemudian menganalisis permukaan dilapisi menggunakan reflectometry dan pemindaian mikroskop elektron. Mereka juga menyeka permukaan dan dihitung jumlah timbal di tisu. Edwards dan koleganya melaporkan bahwa NO2 dan O3 mengubah morfologi permukaan 'dan secara signifikan meningkatkan jumlah timbal yang dapat tersapu dari mereka.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih banyak penekanan harus ditempatkan pada penghilangan cat mengandung timbal dari lingkungan perkotaan dan menurunkan emisi O3 dan NO2 di kota-kota Amerika yang masih remediating bangunan tua dan di negara-negara berkembang , cat mengandung timbal masih dijual.
terjemahan dari http://environmentalchemistry.com/yogi/environmental/200912_nitrogen_dioxide_ozone_and_lead_endanger_children.html
Minggu, 30 Mei 2010
Manfaat Air Putih bagi Tubuh
Mencerna makanan dan melarutkan nutrisi sehingga dapat diedarkan di sistem pencernaan
Membawa produk sisa ke luar tubuh
Mengirim pesan di antara sel-sel yang mengoordinasikan kerja organ-organ tubuh
Mengatur suhu tubuh
Meredam benturan. Air di dalam mata, jaringan saraf tulang belakang, dan dalam kantung ketuban melindungi organ-organ tubuh dari benturan-benturan
Tubuh menggunakan cairan sebagai pelumas alami dalam sndi-sendi tubuh, melindungi persendian dan membuatnya tetap lentur sehingga gerak tubuh tak terasa kaku
Seperti setiap reaksi kimia lain yang terjadi dalam tubuh, pembakaran lemak hanya dapat terjadi dengan kehadiran air. Beberapa penelitian membuktikan, kekurangan air membuat sistem metabolisme tak sempurna
Lambung menyediakan tempat yang luas untuk air sehingga dapat membantu kita merasa kenyang dan tak makan banyak. Air adalah minuman diet terbaik karena air putih tak mengandung kalori maupun lemak
Memuaskan rasa ingin ngemil. Cobalah menyesap segelas air pada saat anda lapar, maka keinginan untuk makan mungkin akan hilang dalam beberapa menit
Menangkal dampak stres. Stres menyebabkan berbagai reaksi pada tubuh seperti berkeringat banyak, mulut kering, dan jantung berdebar. Air bisa menangkal gejala-gejala ini sehingga tubuh terhindar dari dehidrasi
Menepis rasa lelah. Menambah asupan cairan bisa membantu anda dari kelelahan. Rasa lelah adalah gejala umum (meski sering tak disadari) sebagai tanda dehidrasi
Mendorong kerja otak. Kekurangan air dalam tubuh dapat membuat otak mengerut, sehingga mempengaruhi kemampuan pemiliknya dalam berpikir dan berkonsentrasi
Membuat awet muda. Cara murah, mudah, dan alami untuk mengatasi penuaan adalah dengan banyak-banyak minum air putih. Air akan melembabkan kulit hingga memperlambat hadirnya keriput dan tanda-tanda penuaan lainnya, serta menjaga kulit halus dan kenyal
Dalam survei yang dilakukan pada 16 ribu perempuan, 82 persen mengatakan air sebagai pengobatan yang paling efektif untuk infeksi kandung kemih, yaitu bentuk infeksi saluran kencing (UTI) yang paling umum. Rupanya air membilas bakteri penyebabnya keluar dari tubuh
Ilmuwan dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle menemukan adanya kemungkinan hubungan antara konsumsi air dan kanker usus besar. Dalam survei yang mereka lakukan, perempuan yang minum lebih dari lima gelas air per hari memiliki separuh resiko terkena kanker kolon dibanding dengan perempuan yang minum air kurang dari dua gelas per hari.
Dirusak Sendiri
Hebat bukan? Tuhan telah menciptakan unsur alam yang luar biasa ini buat kita. Tentu saja yang dibicarakan di sisni adalah air putih, cairan H2O yang tidak berbau dan tidak berasa. Bukannya sembarang minuman yang berkalori tinggi, mengandung soda dan/atau kafein tinggi yang bila dikonsumsi secara terus-menerus dapat berdampak negatif terhadap kesehatan. Apalagi minuman yang mengandung sodium, alkohol, dan kafein yang bersifat diuretik, yang bila kita mengonsumsi minuman jenis ini, tubuh malah akan mengeluarkan cairan lebih daripada yang kita minum.
Nah, agar sistem dalam tubuh kita tetap lancar tentu saja kita harus menjaga agar tidak kekurangan asupan air. Seperti kita tahu, dalam sehari, idealnya kita harus meminum setidaknya 1,8 liter air atau setara dengan 8 gelas ukuran 225 cc. Air itu bisa kita dapatkan dari buah dan sayur-sayuran atau langsung dengan mengonsumsi air putih.
Kabar buruknya, air yang kita konsumsi sehari-hari tak sepenuhnya aman dan sehat. Air tanah kita telah tercemar akibat perbuatan kita sendiri yang tidak bisa menjaga anugerah mengagumkan dari sang pencipta itu.
Namun kita tidak sendiri. Hampir separuh penduduk dunia, umumnya di negara-negara berkembang menderita berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan air, atau oleh air yang tercemar. Menurut WHO, dua milyar orang kini menyandang risiko menderita penyakit murus yang disebabkan oleh air dan makanan. Penyakit ini merupakan penyebab utama kematian lebih dari 5 juta anak-anak setiap tahun.
Di india dan Banglades, misalnya, baru diketahui beberapa tahun belakangan ini, air dari sumber di pegunungan Himalaya yang menjadi tumpuan aktivitas kehidupan sehari-hari ternyata mengandung arsenik, senyawa yang bisa menyebabkan kulit melepuh seperti terbakar.
Limbah Domestik
Kasus di India dan Banglades itu memang karena faktor alam. Unsur arsenik tersebut ternyata banyak terkandung di dalam batu-batuan di negara tersebut. Di Indonesia sendiri, selain dari industri, pertanian, dan sebagainya, penyebab pencemaran air tanah lebih banyak akibat dari limbah domestik atau rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik.
Sampah, misalnya. Sampah yang menumpuk tanpa diolah dengan baik, bila terkena air hujan maka airnya akan meresap ke dalam tanah sehingga mencemari air di dalam tanah.
Normalnya, siklus ekologis yang terjadi seperti ini. Air hujan yang mengandung oksigen jatuh dan meresap ke dalam tanah. Mikroorganisme yang berada di dalam tanah akan memanfaatkan oksigen ini untuk mengurai bahan-bahan organik di sekitar tanah itu, misalnya sisa-sisa tumbuhan seperti daun untuk dibusukkan. Pembusukan itu akan membuat tanah menjadi subur.
Jika bahan organik yang dibusukkan tidak banyak, maka air yang meresap ke dalam tanah masih mengandung sisa oksigen. Tetapi di suatu lingkungan yang terlalu banyak sampah, banyaknya oksigen menjadi tidak seimbang dengan bahan organik yang akan dibusukkan tersebut. Ini mengakibatkan air yang meresap ke dalam tanah akan tidak lagi mangandung oksigen.
Pelarut Logam
Tanah di Indonesia kandungan besinya cukup tinggi. Ini bisa dilihat dari warna merah kecoklatan yang dimiliki tanah didaratan kita pada umumnya. Nah, oksigen yang asalnya dari air hujan ini juga dapat mencegah larutnya senyawa-senyawa logam dalam tanah (besi/Fe, aluminium/Al, Mangan/Mg) dan lain sebagainya. Saat air yang mengandung oksigen meresap ke dalam lapisan tanah, senyawa yang berupa partikel-partikel yang dilaluinya (khususnya besi) akan tetap berupa partikel yang tidak ikut mengalir bersama air. Tetapi manakala partikel tersebut dilalui oleh air yang tidak mengandung oksigen, besi akan berubah menjadi senyawa yang larut, lalu masuk ke dalam tanah bergabung bersama air. Sehingga air tersebut jadi mengandung besi.
Repotnya, begitu partikel besi berwarna merah kecoklatan larut di dalam air, warnanya berubah jernih, sehingga kita tak menyadarinya. Ketika air yang mengandung besi ini diangkat ke permukaan oleh manusia dan kontak dengan oksigen, dia kembali berubah menjadi partikel besi dan warnanya pun kembali seperti awal yaitu merah kecoklatan. Inilah yang menjelaskan mengapa dinding menjadi merah, atau kadang-kadang kita menemukan bercak-barcak merah pada pakaian setelah dicuci.
Septictank penyebab utama
Hal yang paling banyak mencemari air tanah kita adalah septic tank, satu sistem pembuangan limbah tubuh yang sudah tidak lagi dipergunakan di negara-nagara maju. Mereka sudah mengganti dengan sistem pengelolaan limbah terpusat. Dengan sistem itu semua kotoran akan masuk ke sewerage atau saluran pipa menuju pusat pengelolaan.
Dengan septic tank, teorinya, kotoran yang mengandung kuman yang baru keluar dari tubuh manusia akan mengalami prose penguraian hingga kuman-kumannya mati. Sisa kotoran, yang sudah tidak mengandung kuman, akan dialirkan atau di rembeskan ke dalam tanah. Dengan begitu tanah tidak akan tercemar.
Yang banyak terjadi adalah pembuatan septic tank di kebanyakan masyarakat kita tidak benar karena tidak rapat air, sehingga sebelum diurai, kotoran sudah merembes dan mencemari tanah di sekitarnya. Nah, seperti kita tahu, di dalam tinja terdapat mikroba patogen yang dampaknya bisa menyebabkan diare, tipus,dan penyakit akibat kuman lainnya.
Selain pembuatannya tidak benar, masyarakat perkotaan kita juga tidak mematuhi agturan yang ditetapkan. Seperti, jarak minimum yang diperbolehkan antara septic tank dengan sumur adalah 10-11 meter. Tentu saja angka itu ditentukan bukan tanpa alasan. Pada jarak kurang dari 10 meter, mikrobiologi masih mampu mengikuti arah air. Tapi kalau lebih dari itu, ia akan mati. Di Indonesia, kita banyak menjumpai septic tank di buat berdekatan dengan sumur tetangga.
Soal septic tank ini seharusnya sudah menjadi masalah serius yang harus ditanggapi oleh pemerintah kita. Kalau keamanan makanan sehari-hari sudah dibobol dengan isu formalin dan zat-zat berbahaya lainnya belum lama ini, jangan lagi ditambah dengan terabaikannya keamanan air tanah kita.
Mulailah Peduli!
Namun tentu saja kita tidak boleh bergantung pada pemerintah. Karena sejatinya, pencemaran air tanah kita itu terjadi karena ulah kita sendiri. Jadi, mulai sekarang, cobalah kita bangkitkan kepedulian kita dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:
ľ Pilih sumber air yang betul-betul aman. Jika air tanah sudah tidak lagi layak untuk dikonsumsi, anda dapat menggantinya dengan air dari sumber lain seperti PAM misalnya.
ľ Janganlah mencemari air tanah dengan limbah. Misalnya membuat septic tank yang benar, tidak rembes dan juga memperhatikan jaraknya dengan sumur.
ľ Pengelolaan sampah juga harus benar. Jika anda menggunakan jasa mobil angkut dari Dinas Kebersihan, sampah ini sebaiknya hanya dikeluarkan pada saat mobil pengangkut sampah tersebut datang, tidak ditumpuk di luar rumah sehingga tidak mencemari lingkungan dan air tanah jika terkena hujan. HL
Sumber:Digilib Ampl
Jumat, 08 Januari 2010
Sifat-Sifat Beberapa Senyawa Kimia
Amonia /NH3
Rumus Molekul NH3
Molar mass 17.031 g/mol
Appearance Colorless gas with strong pungent odour ( gas tak berwarna dengan bau menusuk
kuat)
Density / massa jenis
0.6826 g/L at 25 oC and 1 atm
0.86 kg/m3 (1.013 bar at boiling point)
0.73 kg/m3 (1.013 bar at 15 °C)
681.9 kg/m3 at −33.3 °C (liquid)
820 kg/m3 at -80 °C (crystal solid)
817 kg/m3 at -80 °C (transparent solid)
Melting point/titik lebur
Boiling point/titik didih
Solubility in water/kelarutan di air
1176 g/100 mL (0 °C)
702 g/100 mL (20 °C)
88 g/100 mL (100 °C)
Acidity/keasaman(pKa) 38 (H2O) 41 (DMSO)
Basicity/kebasaan (pKb) 4.75
Asam Sulfat/H2SO4
Molar mass 98.08 g/mol
Appearance clear, colorless, odorless liquid (kelihatan, tidak berwarna, cairan yang tidak berbau)
Density /massa jenis 1.84 g/cm3, liquid
Melting point/titik leleh
Boiling point/titik didih
Solubility in water miscible Acidity (pKa) −3
Viscosity/kekentalan 26.7 cP (20 °C)
Rumus molekul C2H6O
Molar mass 46.07 g mol−1
Appearance colorless liquid(cairan tak berwarna)
Density /massa jenis 0.789 g cm-3
Melting point/titik leleh
Boiling point/titik didih
Solubility in water miscible Acidity (pKa) 15.9
Refractive index (nD) 1.36 (25 °C)
Viscosity/kekentalan 1.200 cP (20 °C)
Dipole moment 1.69 D (gas)
Asam Klorida/HCl
Rumus Molekul HCl
Molar mass 36.46 g/mol
Appearance Colorless gas(gas tak berwarna), hygroscopic.
Density/massa jenis 1.477 g/l, gas (25 °C)
Melting point/titik leleh
Boiling point/titik didih
Solubility in water 72 g/100 ml (20 °C)
Acidity (pKa) −7.0
Structure
Dipole moment 1.05 D
Thermochemistry?termokimia
Std enthalpy offormation/ enthalpi pembentukan ΔfHo298 −2.351 kJ/g
Std enthalpy ofcombustion /enthalpi pembakaranΔcHo298 −2.614 kJ/g
Specific heat capacity/Kapasitas panas, C 0.7981 J/g K
Beracun dan korosif
KSCN(Kalium Thiosianat)
Rumus molekul KSCN
Molar mass 97.181 g/mol
Appearance colorless crystals(kristal tak berwarna)
deliquescent Odor odorless(tak berbau)
Density(massa jenis) 1.886 g/cm3
Melting point(titik leleh)
Boiling point(titik didih)
Solubility in water
Solubility in other solvents e.g.
Rumus Molekul C2H4O2(CH3COOH)
Molar mass 60.05 g mol−1
Appearance colorless liquid(cairan tak berwarna)
Density/massa jenis
Melting point
Boiling point/titik didih
Solubility in water Fully miscible Acidity (pKa) 4.76 at 25 °C
Viscosity (kekentalan)1.22 mPa·s at 25 °C
Dipole moment 1.74 D (gas)
Corrosive (C)/korosif
Flammable (F)/mudah terbakar
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki
Jumat, 01 Januari 2010
Bahaya Fluoride dalam Pasta Gigi
Di Indonesia, pasta gigi mengandung fluoride mulai muncul sekitar tahun 70-an. Fluoride yang banyak digunakan jenis Sodium Monofluoro Fosfat atau Sodium Fluoride, dengan kadar yang 250 hingga 800 ppm. Secara detail, fluor merupakan salah satu bahan pasta gigi berfungsi memberikan efek deterjen sebagai satu dari tiga bahan utamanya disamping bahan abrasi sebagai pembersih mekanik permukaan gigi dan pemberi rasa segar pada mulut, sementara bahan lainnya sodium bikarbonat dan baking soda sebagai alkalin untuk mengurangi keasaman plak dan mencegah pembusukan, sedangkan pemutih, pemberi rasa dan sebagainya merupakan bahan tambahan pada racikan pasta tersebut.
Dengan efek tersebut, fluoride berfungsi melapisi struktur gigi dan ketahanannya terhadap proses pembusukan serta pemicu proses mineralisasi. Unsur kimia dalam zat ini mengeraskan email gigi pada persenyawaannya. Begitupun, sejak dulu efek kerugiannya juga sudah dipublikasikan secara luas yakni bahayanya bila tertelan dan karena itu juga kita tidak diajarkan menelan pasta gigi.
Kadar penggunaannya memiliki ambang batas yang bisa membahayakan dari efek paparan bila digunakan berlebihan dan tidak sesuai anjuran. Dari literatur yang ada, fluoride dalam kadar berlebihan berakibat sebaliknya dan harus diawasi terutama pemberian terhadap anak-anak yang cenderung menelan odol pada waktu menyikat gigi karena rasa segar yang didapat apalagi bila ditambah perasa tertentu. Bukan hanya dari pasta gigi, kandungan fluoride juga bisa didapat dari konsumsi makanan tertentu dan tersedia dalam bentuk suplemen yang justru sasaran pemberiannya anak-anak.
Bahaya Fluoride
Dari sejumlah berita yang beredar beberapa waktu lalu fluoride disinyalir sebagai salah satu bahan yang digunakan pada pembuatan bom atom. Efek racun kimiawi yang dipaparkan lewat penemuan ini mendorong para peneliti semakin kritis melakukan riset tentang bahaya flouride pada pasta gigi, kemudian banyak berita mempublikasikan efek samping dan bahaya fluoride dalam memicu osteoporosis dan kerusakan sistem saraf terutama pada penggunaan yang salah.
Prof. Albert Schatz Ph.D. (Ahli Mikrobiologi) Penemu Streptomycin dan Pemenang Nobel. : 'Fluoridasi adalah PENIPUAN TERJAHAT untuk mengeruk keuntungan yg pernah dilakukan dan itu menelan korban lebih banyak dari pada bentuk penipuan lainnya.' Dr. Charles Gordon Heyd, Mantan Presiden Asosiasi Kesehatan Amerika :> 'Fluoride adalah RACUN YANG BISA MENGGEROGOTI; akan menyebabkan DAMPAK yang SERIUS DLM JANGKA PANJANG.
Agustus 2002, BELGIA MENJADI NEGARA PERTAMA DI DUNIA yg MELARANG penggunaan berbagai suplemen FLUORIDE, tablet, obat tetes, permen karet, dll yg berfluoride DITARIK DARI PASARAN KARENA BERACUN dan menyebabkan RESIKO BESAR bagi kesehatan fisik maupun psikologis.Keputusan ini dikeluarkan Menteri Kesehatan Masyarakat Federal
(shirleys-wellness-cafe.com/#belgium) Riset lain dari Swedia menyorot kecenderungan anak untuk menelan pasta gigi secara tak sengaja melalui air ludah bekas sikat gigi yang kerap memicu kasus overdosis fluoride dan menimbulkan gangguan seperti banyaknya pengeluaran ludah, tumpulnya indera perasa di sekitar mulut sampai ke gangguan pernafasan bahkan kanker.
FLUORIDE TIDAK MEMBERI EFEK MENYEHATKAN DALAM MENCEGAH KERUSAKAN GIGI DAN TULANG PADA MANUSIA.
Th 1990 Dr.John Colquhoun melakukan penelitian pada 60.000 anak sekolah dan tidak
menemukan perbedaan kerusakan pada gigi antara yg menggunakan fluoride dan yang
tidak,bahkan itu ia menemukan sejumlah anak pada wilayah yg diberi fluoride menderita keropos gigi yg disebut FLUOROSIS.
98% wilayah Eropa Barat telah menolak fluoridasi air, termasuk Austria, Belgia, Denmark, Prancis, Italia, Luxembourgh, Jerman, Belanda, Finlandia, Swedia dan Norwegia.
Fluoride adalah zat kimia kunci dalam memproduksi BOM ATOM!!! Fluoride sangat esensial untuk memproduksi Bom Uranium dan Plutonium untuk membuat senjata nuklir selama Perang Dingin. Salah satu zat kimia yg dikenal PALING BERACUN adalah FLUORIDE, yg muncul secara cepat sebagai racun kimiawi dari program bom atom Amerika serikat, baik untuk pekerjanya maupun masyarakat sekitar. (Situs rvi.net/~fluoride/fluoride_teeth_atomic_bomb_.htm)
Keadaan terhambatnya penyerapan kalsium sebagai salah satu manifestasi efek sampingnya juga dikenal dengan istilah fluorosis yang bisa berakibat lanjut pada penurunan IQ, gangguan sistem saraf dan kekebalan tubuh serta kerapuhan tulang dan terhambatnya pertumbuhan.
Di beberapa negara, anjuran penggunaannya sudah dibatasi untuk usia diatas 5 tahun. Di Indonesia telah dihimbau penggunaannya dalam tiap tube pasta gigi tidak lebih dari 500 ppm dari sebelumnya sekitar 1000-1500 ppm dan mengikuti antisipasinya untuk mengurangi penambah rasa sebagai pencegah anak-anak agar tak menelan pasta gigi tersebut.
Di luar kemungkinan pemberitaan efek fluoride ini sebagai fakta, mungkin tak perlu buru-buru menjadi terlalu resah dan was-was menggunakan produk pasta gigi yang mengan-dung fluoride sejauh kadarnya masih di bawah ambang batas yang dianjurkan. Kesadaran konsumen untuk memilih produk masih tetap bisa dilaksanakan, paling tidak untuk memilih pasta gigi dengan kadar fluoride rendah, dan mungkin, dengan adanya pro dan kontra ini salah satu antisipasi terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mengawasi penggunaannya.
Berhati-hatilah dengan pasta gigi si kecil.
Berdasarkan riset, pasta gigi yang digunakan si kecil (apalagi yang ditambahkan perasa buah untuk memikat anak) terbukti memiliki kandungan yang cukup membahayakan. Fluoride yang ditambahkan pada pasta gigi bisa menimbulkan osteoporosis dan kerusakan sistem syaraf. Apalagi, jika si kecil doyan mengisap habis pasta gigi yang rasanya enak.
Sejak tahun 1960-an, penggunaan fluoride pada pasta gigi menjadi perdebatan panjang di kalangan ilmuwan. Sebagian dari mereka yakin bahwa fluoride dapat membantu menjaga kesehatan gigi. Kelompok yang menentangnya berargumen bahwa penggunaan fluoride dapat menimbulkan berbagai efek samping yang berbahaya.
Pada dasarnya, pasta gigi mengandung berbagai jenis fluoride. Fluoride yang banyak digunakan adalah jenis sodium monofluoro fosfat (MFP) dan sodium fluoride (NaF). Menurut Iman Firmansyah, Tim Peneliti Lembaga Konsumen Jakarta Public Interest Research and Advocacy Center (LKJ PIRAC), di Indonesia, kandungan fluoride pada pasta gigi anak ternyata cukup besar, yaitu antara 800-1500 ppm. Padahal di beberapa negara, batas maksimal kandungan fluoride mulai dikurangi. Contohnya, di negara Eropa, Australia, dan New Zealand kandungan fluoride berkisar 250-500 ppm.
Hasil penelitian Departemen Kesehatan Belgia menyimpulkan bahwa penggunaan fluoride secara berlebihan dapat menyebabkan osteoporosis dan kerusakan sistem syaraf. Ini mendorong pemerintah Belgia melarang beredarnya segala jenis tablet dan permen yang mengandung fluoride. Pemerintah Belgia juga sedang mempresentasikan hasil penelitiannya di depan anggota Uni Eropa untuk memperoleh kesepakatan bersama pelarangan pasta gigi yang mengandung fluoride.
Seorang pakar lainnya, Profesor Dirk Vanden Berghe, Mikrobiologist Universitas Antwerp, Swedia, menyatakan, sekitar 30-40 persen pasta gigi ditelan anak-anak pada saat mereka menyikat giginya atau melalui air ludah. Inilah yang menyebabkan mereka mengalami overdosis fluoride. Apalagi, produsen umumnya menambahkan aroma seperti rasa buah yang disukai anak-anak. Padahal semakin besar kandungan fluoride dalam pasta gigi anak, maka makin besar pula risiko kesehatan yang akan dideritanya kelak. kelebihan fluoride pada anak dapat dilihat dari tanda-tanda fisik anak banyak mengeluarkan ludah, indera perasa jadi tumpul, badan gemetar, pernapasan berat dan anak jadi cepat lelah.
Sementara, menurut ahli gigi India dari Maulana Azad Medical College (MAMC) Dr Pakaj Goel, pasta gigi yang mengandung fluoride tidak cocok digunakan untuk anak-anak di bawah umur empat tahun. Pakaj menambahkan, jika pasta gigi berfluoride sering tertelan dalam jumlah yang signifikan maka dapat mengakibatkan fluorosis pada anak, kerapuhan tulang, dan pertumbuhannya terhambat. Bahkan, Dr Mahesh Verma, Kepala Pusat Penelitian Gigi MAMC menyebutkan, literatur medis melarang pemberian pasta gigi berfluoride kepada anak-anak di bawah umur lima tahun.
Menurut Iman, riset Tim Peneliti LKJ-PIRAC) pada September-Oktober 2002 terhadap kandungan fluoride dan pengamatan kemasan pasta gigi anak menyimpulkan bahwa dari sembilan produk yang diuji, delapan merek pasta gigi yang beredar menggunakan fluoride di atas 1000 ppm. Hanya satu produk mengandung floride di bawah 500 ppm.”Namun, pasta gigi itu ternyata produk impor dari Australia,” ungkapnya.
Tim peneliti juga menemukan terdapat perbedaan jumlah kandungan fluoride yang signifikan antar hasil uji laboratorium dengan penghitungan teoritis berdasarkan pelabelan dalam kemasan. Bahkan, ada satu merek pasta gigi yang tak mencantumkan kadar fluoridenya.
Iman juga menemukan, hanya satu produk yang melengkapi kemasannya dengan peringatan pihak produsen atas bahaya yang akan terjadi bila anak menelan fluoride. Namun, peringatan disajikan dalam bahasa Inggris. Juga hanya satu produk yang melengkapi kemasannya dengan petunjuk penggunakan seberapa banyak pasta gigi yang boleh digunakan untuk anak. ”Petunjuk itu disajikan dalam bahasa Inggris juga,” ujarnya.
Sementara, As’ad Nugroho, koordinator program PIRAC menyatakan, pihaknya menuntut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) untuk menurunkan standar kandungan fluoride pada pasta gigi, khususnya untuk anak-anak dari 800-1500ppm menjadi 250-500 ppm. ”Badan POM harus segera menginstruksikan penarikan seluruh produk pasta gigi anak yang masih mengandung fluoride lebih dari 500 ppm,” tegasnya.
PIRAC juga meminta para produsen menghilangkan penambahan rasa yang dapat meningkatkan keinginan anak-anak untuk menelan pasta gigi saat mereka menggosok gigi. Mereka juga mendesak produsen pasta gigi anak memberikan peringatan dan keterangan dalam kemasannya mengenai batas aman pasta gigi yang digunakan anak.
Semoga kita lebih cerdas dalam memili pasta gigi. Alternatif yang lebih baik dan lebih sesuai sunnah mungkin dengan menggunakan siwak. Semoga menjadi ide cerdas bagi kita semua. (idc)
Sabtu, 19 Desember 2009
Cara Praktis Membuat Pestisida dari Dapur
Untuk membuat insektisida dari bawang putih, misalnya, cukup dengan menghaluskan satu siung bawang putih, mencampurnya dengan dua gelas air, lalu membiarkannya dalam wadah tertutup selama satu hari. "Satu siung untuk dua gelas, ditutup semalaman atau difermentasikan, disaring, bisa buat semprot hama," ujar Guntoro dalam acara Green Community ulang tahun ke-25 PT KAO, Jumat (18/12/2009) kemarin di Kelurahan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan.
Pestisida dari bawang putih ini efektif mencegah ulat atau bercak putih pada daun. Selain bawang putih, tembakau yang diambil dari puntung rokok juga berguna dalam mengusir hama semut merah dan penyakit busuk batang pada tanaman. Pembuatannya mirip dengan pembuatan pestisida bawang putih.
"Puntung rokok dikumpulin tembakaunya, ambil satu genggam, masukin ke segelas air mendidih, lalu fermentasi satu malam. Akan jadi pestisida organik ramah lingkungan," kata Guntoro.
Selain bawang putih dan tembakau, ada beberapa bahan alami lain yang bisa dijadikan pestisida seperti bunga kenikir, cabe merah yang busuk, daun sirsak, atau daun pepaya. Pestisida ini dinilai ramah lingkungan, sehingga pemakaiann yang berlebihanpun tidak akan berbahaya.
Cara pembuatan pestisida ini disampaikan dalam acara memperingati ulang tahun ke-25 PT KAO. Dalam acara ini, PT KAO bekerjasama dengan Mekarsari menyumbang 150 bibit buah tambulampot untuk kelurahan Cikoko dan mengadakan pengarahan cara perawatan tambulampot untuk warga.
Sumber:kompas.com
Selasa, 25 Agustus 2009
Pembuatan Paper Pot
A. KEUNGGULAN PAPER POT
Biodegradable (100 % dapat terurai secara alami),
Recyclepaper (100% tanpa zat pengawet, kertas bekas),
Murah, Ringan, Aman dan Mudah dibuat,
Efisien ( sebagai tempat persemaian/ pembibitan),
Melindungi akar, pada saat penanaman di lahan dapat langsung dengan potnya (mencegah shock)
Cocok untuk perkebunan tradisional atau modern.
B. KELEMAHAN PAPER POT
Kertas bekas biasanya masih mengandung tinta, yang berasal dari unsur C (Karbon) berwarna hitam dan Pb (Timbal) yang berasal dari tinta, dimana Pb merupakan salah satu logam berat yang setara dengan Hg (mercury), Cu ( Tembaga), Zn(Seng), Ni (Nikel). Logam berat tersebut dikawatirkan masih terdapat dalam paperpot dan dapat masuk serta terakumulasi dalam tanaman yang akan dikonsumsi ternak atau manusia. Akumulasi logam berat menyebabkan penyakit/gangguan kesehatan pada manusia, cacat/kerusakan syaraf, bahkan akan terjadi kematian.
Untuk mengatasi kelemahan diatas, pada pembuatan paper pot perlu dilakukan perendaman untuk membuang sisa tinta, selain untuk mempercepat proses pembuatan bubur kertas. Selain itu paperpot disarankan digunakan untuk persemaian atau menanam tanaman hias dulu (bukan tanaman pangan). Tanaman hias yang paling cocok adalah tanaman puring, lidah mertua/sanseiviera, dan beringin karena tanaman tersebut dapat menyerap logam berat baik dari paperpot atau polusi udara disekitarnya.
C. CARA MEMBUAT PAPER POT
Alat :
- Gelas plastik bekas/ pot (cetakan)
- Blender
- Kain
- Baskom
Bahan :
- Kertas bekas
- Air
Langkah Membuat :
a. Siapkan sampah kertas, kemudian sobek kecil-kecil dan rendamlah dibaskom selama ± 30 menit agar lunak (makin lama perendaman makin baik dengan mengganti air rendaman agar tidak bau).

b. Buang air rendaman, Haluskan kertas dengan cara di blender.

c. Jika sudah halus, tuang ke baskom.
d. Cetaklah bubur kertas dengan gelas plastik. Waktu mencetak di usahakan bubur kertas itu
sedikit kering (air diserap oleh kain/ diperas) agar waktu pemanasan tidak memerlukan waktu yang lama

e. Jika sudah dicetak, pergunakan kain untuk membantu menyerap air dan menekan agar lebih padat,
f. Jemurlah di tempat yang panas hingga kering (± 1- 2 hari)
g. Setelah kering cetakan dapat diambil dan paperpot sudah siap digunakan untuk persemaian/ pembibitan / penanaman.
* Agar tampilannya lebih menarik dan tahan lama, paper pot ini dapat dilapisi plamir, cat dan water proof.

Kertas bekas selain dibuat sebagai paper pot dapat dibentuk menjadi vas bunga, topeng, hiasan dinding, tatakan gelas, tempat pensil dan lain-lain dengan metode pembuatan sama hanya ditambah dengan proses pewarnaan/ pengecatan agar lebih menarik lagi.

D. BIAYA PEMBUATAN
Untuk membuat Paper pot sebenarnya tidak membutuhkan biaya sama sekali. Biaya hanya dibutuhkan untuk penyediaan alat dan penyelesaian produk/ finishing produk. Biaya tersebut dapat ditekan/ diantisipasi atau diganti agar lebih murah.
Biaya Penyediaan Alat :
Gelas plastik bekas (Rp. 0,00) (cetakan paperpot)
Baskom Rp. 5.000,00 (dapat menggunakan ember bekas cat)
Blender Rp. 300.000,00 (dapat diganti dengan waktu perendaman)
Kain Rp. 5.000,00 (dapat diganti kain bekas/ sisa kain perca)
Cat dan kuas Rp. 25.000,00 (dapat menggunakan cat air, cat tembok,
cat Poster)
Water proof Rp. 30.000,00
Jumlah total Rp. 365.000,00
Bila Alat 1 – 4 dapat diganti maka untuk pembuatan paperpot tidak akan mengeluarkan biaya sama sekali. Untuk Bahan 5 dan 6 hanya merupakan finishing produk.
Paper pot ini dapat langsung digunakan, atau dijual dengan harga cukup terjangkau.
Paper Pot ini sebenarnya dapat dijual sebagai pengganti polybag, dengan harga minimal Rp. 500,00.- Rp. 1.000,00 / buah. Dari 1 kg kertas bekas dapat dibuat paper pot sebanyak 10 buah.
Kertas bekas yang biasanya dibuang atau minimal dijual ke pemulung seharga Rp. 500,00/ kg, dapat memiliki nilai ekonomis lebih tinggi jika kita olah menjadi paperpot seharga Rp. 5.000,00 – Rp. 10.000,00. Atau dapat dikatakan paper pot memiliki nilai jual 10 – 20 kali lipat harga kertas bekas.
Bubur kertas dapat dicetak menjadi produk lain dengan cara yang sama yaitu :
1. Kertas daur ulang
2. Topeng
3. Tempat pensil
4. Tatakan gelas
5. Hiasan dinding
6. Tempat tisu
7. Dan lain-lain
Karya Ilmiah dari siswa-siswa SMA N 13 Semarang yang berjudul PENGOLAHAN SAMPAH KERTAS MENJADI PAPER POT berhasil memenangkan Lomba Teknologi Tepat Guna dalam Kegiatan “KARTINI IN ACTION” KARTINI RETURN III TAHUN 2009.
Jumat, 15 Mei 2009
7 kode identifikasi Botol plastik yang aman dan tidak aman!

1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.
2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti 1 PET dan 2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode#4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan
5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik
6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate
yang paling aman botol yang berkode no 4 & 5
tapi kode #7 masi diperdebat kan karena di amrik bisphenol-A aman buat makanan
botol plastik air mineral sebaiknya jangan di pakai berulang2 karena botol kode 1 cuma layak di gunakan 1x
Botol plastik
Kamis, 07 Mei 2009
Flu Babi
Saat ini penyakit flu yang paling menjadi momok flu burung dan flu babi. Apa dan bagaimana penyebab flu tersebut saat ini tengah menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan dan juga ahli kesehatan.
Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2009), kedua penyakit tersebut sama-sama disebabkan oleh penyebaran virus influenza tipe A. Flu burung disebabkan oleh virus H5N1 sementara penyebab flu babi adalah virus H1N1.
Sesuai dengan namanya, H5N1 yang menjadi penyebab flu burung penularan pertama terjadi ketika seseorang kontak dengan hewan aves atau burung yang telah terkena virus tersebut. Sementara flu babi sebagian besar ditularkan oleh hewan babi.
Sesuai dengan namanya, H5N1 yang menjadi penyebab flu burung penularan pertama terjadi ketika seseorang kontak dengan hewan aves atau burung yang telah terkena virus tersebut. Sementara flu babi sebagian besar ditularkan oleh hewan babi.
Kedua virus influenza tipe A ini juga sama-sama bisa menyebar dari manusia ke manusia. Bedanya, H1N1 memiliki tingkat kecepatan penyebaran lebih tinggi. Bahkan menurut hasil penelitian terbaru, hanya dengan sekali bersin saja sekira 100.000 virus H1N1 bisa menempel di mana saja dan berpotensi menyebarkan penyakit kepada orang yang menyentuh benda-benda yang terkena bersin.
Namun begitu, virus H5N1 lebih ganas daripada H1N1. Hal itu dikarenakan tingkat persentase kematian yang disebabkan H5N1 lebih tinggi, sekira 80 persen. Sementara H1N1 menyebabkan kematian hanya sekira enam persen.
Berbeda dengan H5N1 yang tumbuh subur di daerah tropis, tidak demikian halnya dengan H1N1. Namun negara manapun patut waspada mengahadapi penyebaran virus H1N1. Karena nyatanya virus tersebut kini tengah merebak di Meksico yang merupakan negara beriklim tropis
Flu Meksiko yang merupakan varian dari jenis virus H1N1 terdiri atas varian flu babi, flu burung dan flu manusia. Varian baru ini sebelumnya tidak pernah ditemukan. Flu babi Meksiko berpotensi lebih berbahaya daripada flu burung, karena bisa ditularkan dari manusia ke manusia. Sejauh ini, hal tersebut tidak terjadi pada flu burung. Kemungkinan terjadinya pandemi, epidemi di seluruh dunia, tergantung pada cepatnya penularan virus bersangkutan. Sejauh ini tampaknya masih lumayan.
Sesudah Meksiko, di negara bagian Amerika Serikat seperti Texas, Kalifornia, dan kemungkinan juga New York, telah ditemukan orang yang sakit. Sementara, mereka telah pulih kembali. Menurut Pusat Pengawasan Penyakit Amerika, mereka sakit akibat virus yang sama, tapi tidak jelas apakah ini ada kaitannya dengan wabah di Meksiko. Di Selandia Baru juga dilaporkan sebanyak sepuluh murid sekolah terjangkit virus tersebut sekembalinya dari perjalanan ke Meksiko.
Penularan:
Flu Meksiko yang merupakan varian dari jenis virus H1N1 terdiri atas varian flu babi, flu burung dan flu manusia. Varian baru ini sebelumnya tidak pernah ditemukan. Flu babi Meksiko berpotensi lebih berbahaya daripada flu burung, karena bisa ditularkan dari manusia ke manusia. Sejauh ini, hal tersebut tidak terjadi pada flu burung. Kemungkinan terjadinya pandemi, epidemi di seluruh dunia, tergantung pada cepatnya penularan virus bersangkutan. Sejauh ini tampaknya masih lumayan.
Sesudah Meksiko, di negara bagian Amerika Serikat seperti Texas, Kalifornia, dan kemungkinan juga New York, telah ditemukan orang yang sakit. Sementara, mereka telah pulih kembali. Menurut Pusat Pengawasan Penyakit Amerika, mereka sakit akibat virus yang sama, tapi tidak jelas apakah ini ada kaitannya dengan wabah di Meksiko. Di Selandia Baru juga dilaporkan sebanyak sepuluh murid sekolah terjangkit virus tersebut sekembalinya dari perjalanan ke Meksiko.

Mutasi :
H1N1 merupakan biang keladi yang terkenal, karena ia cepat bermutasi. Virus tersebut dengan mudah saling bertukar materi genetik dengan babi, burung dan manusia. Terdapat 71 jenis yang ada. Virus tersebut juga menjadi penyebab flu Spanyol antara tahun 1918 dan 1919 yang menewaskan puluhan juta orang di seluruh dunia. Juga di tahun 20an dan 50an, virus tersebut menyebabkan epidemi besar.
Dalam epidemi besar terakhir di tahun 1977, virus itu muncul kembali sebagai flu Rusia, dengan akibat yang tidak terlalu mencemaskan. Flu Rusia menjangkiti terutama anak-anak sekolah, anak-anak kecil yang daya tahan tubuhnya belum berkembang untuk menghadapi virus tersebut. Orang tua sudah lebih dahulu terkena.
Ini kemungkinan bisa menjelaskan kenapa anak-anak muda yang terutama diserang di Meksiko. Di samping itu, varian baru rentan terhadap vaksin flu yang disebarkan setiap musim dingin.
Pengobatan :
Para pasien di Meksiko bereaksi positip terhadap obat-obat antiviral seperti Oseltamivir (Tamiflu). Ini ibarat suatu keuntungan dalam ketidakberuntungan karena Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), Maret kemarin melaporkan sebagian besar virus H1N1 (1291 dari 1362 virus yang diteliti) rentan terhadap obat-obat tersebut.
WHO belum bisa mengeluarkan pernyataan tegas mengenai potensi bahaya karena masih sedikit yang diketahui. Masih dibutuhkan penelitian terlebih dahulu. Sementara ini tidak ada larangan untuk bepergian, ataupun langkah-langkah tambahan bagi masyarakat, atau larangan ekspor babi.
• Influensa A dan B, penyebab utama flu pada manusia
• Kedua subtipe itu dinamai berdasar kombinasi dua protein utama di dinding virus: Haemagglutinine (H) dan Neuraminidase (N). Hanya kedua protein iniliah yang dikenali oleh sistem pertahanan tubuh manusia. Haemagglutinine memiliki 16 varian dan Neuraminidase mengenal 9 jenis.
• Dalam varian-varian tersebut, masih bisa terjadi mutasi.
• Oleh karena itu, produksi vaksin yang efektif baru bisa dilakukan apabila jenis dari virus tersebut diketahui berita2 dari Eropa :
BRUSSEL: Wabah flu babi yang menyapu Meksiko kini mencapai Eropa. Pemerintah Spanyol membenarkan, seorang pria yang baru-baru ini mengunjungi Meksiko telah terjangkit penyakit itu. Di Jerman, empat orang dikarantina dengan gejala-gejala yang menunjuk pada flu babi. Inggris juga melaporkan, dua orang posititif menderita flu itu. Oranisasi Kesehatan Dunia WHO menaikkan tingkat siaga, dari tiga menjadi empat. Tingkat siaga ini berarti penyebaran virus mencakup dari manusia ke manusia dan menyebabkan wabah sekurangnya lebih dari 1 negara. Di Meksiko, pemerintah mengatakan sebanyak 149 orang tewas akibat virus flu babi, H1N1. Di AS, kota New York melaporkan 28 kasus flu babi di sebuah sekolah negeri. Kasus lain dilaporkan dari Texas, Ohio, Kansas dan California, juga dari Kanada. Komisi Eropa menjadwalkan pertemuan darurat para mentri kesehatan untuk membahas implikasi virus flu yang mudah menular tersebut.
Diambil dari berbagai sumber
Senin, 04 Mei 2009
Plastik Biodegradable
Plastik yang dimaksud dibuat dari material yang disebut polyhydroxybutyrate atau disingkat PHB. Material tersebut berasal dari senyawa organik yang diproduksi bakteri, tidak seperti plastik biasa yang dibuat dari minyak bumi.
PHB sudah banyak digunakan pada berbagai produk kemasan seperti botol minuman ringan hingga peralatan medis. Meskipun telah dikomersilkan sejak tahun 1980-an, penggunaannya masih terbatas karena sifatnya yang rapuh dan tidak dapat ditentukan masa urainya.
Sebagai gantinya, para ilmuwan di Unversitas Cornell, New York, AS telah merekayasa agar plastik PHB lebih kuat dan cepat terurai. Kuncinya berada pada partikel lempung berdiameter beberapa nanometer (sepermiliar meter).
Partikel-partikel berukuran sangat kecil ini ditambahkan pada senyawa tersebut agar membantu proses kristalisasi yang memperkuat plastik. Di sisi lain, partikel-partikel tersebut juga bekerja sebagai katalis yang membantu degradasi saat di dalam tanah.
Plastik hibrida ini terbukti dapat terurai di ruang pengomposan dalam waktu tujuh minggu. Bahkan, kemampuan degradasinya dapat dikendalikan dengan mengatur komposisi partikel-partikel nano. Dengan waktu yang sama, plastik biasa tak akan rusak sama sekali.
"(Plastik PHB) akan semakin penting perannya saat kita menghindari ekonomi berbasis minyak bumi," ujar Emmanuel Giannelis, ilmuwan material di Cornell. Penggunaan PHB akan semakin meluas karena sekuat plastik konvensional dan ramah lingkungan.
Giannelis dan koleganya melaporkan hasil terobosannya dalam jurnal Biomacromolecules edisi terbaru.(PHYSORG/WAH)
Hampir setiap hari kita membutuhkan plastik untuk berbagai hal, yakni sebagai pembungkus makanan, alas makan dan minum, untuk keperluan sekolah, kantor, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan plastik memiliki sifat unggul seperti ringan tetapi kuat, transparan, tahan air serta harganya relatif murah dan terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.
Namun, plastik yang beredar di pasaran saat ini merupakan polimer sintetik yang terbuat dari minyak bumi yang sulit untuk terurai di alam. Akibatnya semakin banyak yang menggunakan plastik, akan semakin meningkat pula pencemaran lingkungan seperti penurunan kualitas air dan tanah menjadi tidak subur.
Untuk menyelamatkan lingkungan dari bahaya plastik, saat ini telah dikembangkan plastik biodegradable, artinya plastik ini dapat duraikan kembali mikroorganisme secara alami menjadi senyawa yang ramah lingkungan. Biasanya plastik konvensional berbahan dasar petroleum, gas alam, atau batu bara. Sementara plastik biodegradable terbuat dari material yang dapat diperbaharui, yaitu dari senyawa-senyawa yang terdapat dalam tanaman misalnya selulosa, kolagen, kasein,
protein atau lipid yang terdapat dalam hewan.
Jenis plastik biodegradable antara lain polyhidroksialkanoat (PHA) dan poli-asam amino yang berasal dari sel bakteri, polylaktida (PLA) yang merupakan modifikasi asam laktat hasil perubahan zat tepung kentang atau jagung oleh mikroorganisme, dan poliaspartat sintesis yang dapat terdegradasi. Bahan dasar plastik berasal dari selulosa bakteri, kitin, kitosan, atau tepung yang terkandung dalam tumbuhan, serta beberapa material plastik atau polimer lain yang terdapat di sel tumbuhan dan hewan.
Plastik biodegradable berbahan dasar tepung dapat didegradasi bakteri pseudomonas dan bacillus memutus rantai polimer menjadi monomer-monomernya . Senyawa-senyawa hasil degradasi polimer selain menghasilkan karbon dioksida dan air, juga menghasilkan senyawa organik lain yaitu asam organik dan aldehid yang tidak berbahaya bagi lingkungan.
Plastik berbahan dasar tepung aman bagi lingkungan. Sebagai perbandingan, plastik tradisional membutuhkan waktu sekira 50 tahun agar dapat terdekomposisi alam, sementara plastik biodegradable dapat terdekomposisi 10 hingga 20 kali lebih cepat.
Hasil degradasi plastik ini dapat digunakan sebagai makanan hewan ternak atau sebagai pupuk kompos. Plastik biodegradable yang terbakar tidak menghasilkan senyawa kimia berbahaya. Kualitas tanah akan meningkat dengan adanya plastik biodegradable, karena hasil penguraian mikroorganisme meningkatkan unsur hara dalam tanah.
Sampai saat ini masih diteliti berapa cepat atau berapa banyak polimer biodegradable ini dapat diuraikan alam. Di samping itu, penambahan tepung pada pembuatan polimer biodegradable menambah biaya pembuatan plastik.
Namun ini menjadi potensi yang besar di Indonesia, karena terdapat berbagai tanaman penghasil tepung seperti singkong, beras, kentang, dan tanaman lainnya. Apalagi harga umbi-umbian di Indonesia relatif rendah. Dengan memanfaatkan sebagai bahan plastik biodegradable, akan memberi nilai tambah ekonomi yang tinggi. Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan. Bukan tidak mungkin kelak Indonesia menjadi produsen terbesar plastik biodegradable di dunia.
Jerman, India, Australia, Jepang, dan Amerika adalah negara yang paling intensif mengembangkan riset plastik biodegradable dan mempromosikan penggunaannya menggantikan plastik konvensional. Produk industri berbahan dasar plastik mulai menggunakan bahan biodegradable. Fujitsu, perusahaan komputer besar di Jepang telah menggunakan plastik biodegradable ini pada semua casing produknya. Komunitas internasional sepakat, penggunaan bahan polimer sintetis yang ramah lingkungan harus terus ditingkatkan.
Sementara itu, penggunaan di Indonesia masih jauh panggang dari api. Padahal sudah jelas potensi bahan baku pembuatan plastik biodegradable sangat besar di Indonesia. Tampaknya perlu dukungan dari semua pihak terutama pemerintah selaku regulator, industri kimia dan proses, serta kesadaran dari seluruh masyarakat. Harus ada kerja sama diantara banyak pihak untuk mendukung penerapan plastik biodegradable menggantikan plastik konvensional.
Penggunaan skala besar plastik berbahan biodegradable ini akan membantu mengurangi penggunaan minyak bumi, gas alam dan sumber mineral lain serta turut berkontribusi menyelamatkan lingkungan.
Diambil dari berbagai sumber
Sampah Plastik
produk modern juga terdapat di hampir semua sudut kota Jakarta.
Sekilas, Jakarta tak kalah dengan Singapura. Sama-sama modern, sama-sama menawan. Namun dari segi kebersihan lingkungan, jelas masih jauh. Contohnya, ketika saya mengunjungi
suatu pusat perbelanjaan modern di Jakarta Selatan, Minggu (24/2) siang. Di dalam pusat perbelanjaan itu ada department store yang sedang menawarkan belanja sale dengan potongan harga besar-besaran. Kopor kecil Delsey yang tadinya berharga sekitar Rp 1 juta, ditawarkan hanya Rp 630.000 saja. Begitu juga dengan produk kemeja pria yang tadinya Rp 600.000 ditawarkan hanya Rp 350.000 saja.
Masih banyak produk lainnya yang ditawarkan dengan potongan harga cukup besar. Iklan tawaran belanja sale itu sebelumnya sudah dimuat di banyak media massa. Tak heran ketika department store itu membuka pintunya saat sale tiba, berbondong-bondong orang memasukinya. Begitu banyaknya orang yang masuk, sampai lantainya terlihat agak kotor. Bahkan di tangga jalan, terlihat penuh sampah-sampah kecil.
Bayangkan di dalam pusat perbelanjaan modern, ada sampah berserakan, walaupun hanya potongan kertas kecil atau bekas lumpur yang menempel di alas kaki. Bagaimana pula di luar, di tepi jalan, atau di tempat-tempat lainnya? Sampah memang masih menjadi masalah besar bagi Jakarta.
Data terakhir dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta menunjukkan, jumlah sampah di Jakarta mencapai hampir 28.000 meter kubik setiap hari. Komposisinya terdiri dari 65 persen sampah organik dan 35 persen sampah nonorganik. Penyumbang terbesar sampah itu berasal dari
sampah rumah tangga yang mencapai sekitar 60 persen dari total sampah yang terdapat di Jakarta setiap harinya.
Sampah plastik jumlahnya juga tergolong cukup besar. Padahal, sampah plastik membutuhkan waktu 200 sampai 1.000 tahun untuk dapat terurai. Data dari Environment Protection Body, sebuah lembaga lingkungan hidup di Amerika Serikat, mencatat ada sekitar 500 miliar sampai 1 triliun tas plastik digunakan di seluruh dunia setiap tahunnya. Itu berarti, sampah plastik jumlahnya terhitung cukup banyak.
Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi “PR” besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.
Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat
terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.
Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai
dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf Dampak lain, meningkatnya kanker paru-paru akibat pembakaran sampah plastik. Orang Indonesia kanhobby banget membakar sampah di halaman belakang. Pdahal, menurut penelitian, bahan kimia yang dihasilkan dari plastik yang dibakar inilah penyebab banyaknya orang yang kena kanker paru-paru belakangan ini, meskipun orang tsb by=ukan perokok dan bukan pula orang yang sering terpapar asap rokok.
Jadi, mulailah dari diri sendiri dan dari hal kecil. Ketika beli makanan di warung misalnya, atau berbelanja ke supermarket, bawa tas kain punya sendiri dari rumah. Sekarang kan banyak tas-tas yang dibagikan ketika seminar. Tas kain ini kan bisa dicuci kelau kotor. Di Jepang, orang belanja dengan membawa serbet besar yg bisa dilipat. Seperti jaman dulu orang melipat serbet atau taplak ketika mau bepergian. Dan kalau yang dibeli hal kecil seperti Buavita, atau
Silverqueen, atau odol, bilang aja “nggak usah pake plastik ya”. Masukin aja langsung di tas atau di saku.
Plastik tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya, ikut dimasukkan sejenis bahan pelembut (plasticizers) supaya plastik bertekstur licin, lentur dan gampang dibentuk. Tapi
kalau plastik dipakai buat bungkus makanan, plasticizers bisa mengkontaminasi makanan. Apalagi kalau makanan yang dibungkus masih panas, si plasticizers dan monomer-monomernya makin cepat keluar dan pindah ke makanan lalu masuk dalam tubuh.
Kantong plastik kresek yang biasa kita pakai sehari-hari ternyata mengandung zat karsinogen berbahaya karena berasal dari proses daur ulang yang diragukan kebersihannya. Zat pewarnanya juga bisa meresap ke dalam makanan yang dibungkusnya dan menjadi racun. Sampah plastik dari sektor pertanian dunia setiap tahunnya mencapai 100 juta ton. Kalau sampah plastik ini dibentangkan, panjangnya bisa membungkus bumi sampai sepuluh kali.
Kesadaran mengurangi penggunaan kantong plastik harus ditanamkan sejak dini karena kantong plastik tidak bisa terurai dengan mudah oleh alam.
Di berbagai negara maju, kampanye antikantong plastik menjadi hal lumrah. Australia dan Tiongkok mengeluarkan kebijakan larangan bagi supermarket dan toko-toko membagi-bagikan kantong plastik. Singapura mulai menetapkan hari-hari tertentu sebagai bring your own bag day, yakni pelanggan diharuskan membawa kantong/tas sendiri dan yang tidak membawa diharuskan membayar 30 cents yang akan digunakan untuk kegiatan lingkungan.
Diambil dari berbagai sumber



