Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Termokimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Termokimia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Desember 2009

Penentuan Entalpi Reaksi

1. Penentuan ∆H Reaksi berdasarkan Eksperimen (Kalorimeter)

Penentuan kalor reaksi secara kalorimetris merupakan penentuan yang didasarkan atau diukur dari perubahan suhu larutan dan kalorimeter dengan prinsip perpindahan kalor, yaitu jumlah kalor yang diberikan sama dengan jumlah kalor yang diserap.
Kalorimeter adalah suatu sistem terisolasi (tidak ada pertukaran materi maupun energi dengan lingkungan di luar kalorimeter). Dengan demikian, semua kalor yang dibebaskan oleh reaksi yang terjadi dalam kalorimeter, kita dapat menentukan jumlah kalor yang diserap oleh air serta perangkat kalorimeter berdasarkan rumus :

q.larutan = m c ∆T


q.kalorimeter = C ∆T


q = jumlah kalor
m = massa air (larutan) di dalam kalorimeter
c = kalor jenis air (larutan) di dalam kalorimeter
C = kapasitas kalor dari kalorimeter
∆T = kenaikan suhu larutan (kalorimeter)

Oleh karena tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan, maka kalor
reaksi sama dengan kalor yang diserap oleh larutan dan kalorimeter,
tetapi tandanya berbeda :

qreaksi = -(qlarutan + qkalorimeter)

Kalorimeter yang sering digunakan adalah kalorimeter bom.
Kalorimeter bom terdiri dari sebuah bom (wadah tempatberlangsungnya
reaksi pembakaran, biasanya terbuat dari berlangsungnya reaksi
pembakaran, biasanya terbuat dari bahan stainless steel) dan sejumlah
air yang dibatasi dengan wadah kedap panas.
Jadi kalor reaksi sama dengan kalor yang diserap atau dilepaskan larutan,
sedangkan kalor yang diserap atau dilepaskan larutan, sedangkan kalor yang
diserap oleh gelas dan lingkungan diabaikan.

qreaksi = -qlarutan

2. Penentuan ∆H Reaksi dengan Hukum Hess

Hukum Hess : ” Kalor reaksi yang dilepas atau diserap hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir”.
Untuk mengubah zat A menjadi zat B (produk) diperlukan kalor reaksi sebesar ∆H. Atau cara lain yaitu mengubah zat A menjadi zat B dengan kalor reaksi ∆H1, zat B diubah menjadi zat C dengan kalor reaksi ∆H2 dan zat C diubah menjadi zat D dengan kalor reaksi ∆H3 . Sehingga harga perubahan entalpi adalah

∆Hreaksi = ∆H1 + ∆H2 + ∆H3 .

Hal tersebut dapat dibuat siklus dan diagram tingkat energinya sebagai
berikut :


Siklus energi pembentukan zat D dari zat A

Diagram tingkat energi pembentukan zat D dari zat A

Contoh Soal :
Diketahui data entalpi reaksi sebagai berikut :
Ca(s) + ½ O2(g) → CaO(s) ∆H = - 635,5 kJ
C(s) + O2(g) → CO2(g) ∆H = - 393,5 kJ
Ca(s) + C(s) + ½ O2(g) → CaCO3(g) ∆H = - 1207,1 kJ
Hitunglah perubahan entalpi reaksi : CaO(s) + CO2(g) → CaCO3(s) !
Penyelesaian :
CaO(s) .............................→ Ca(s) + ½ O2(g) ....∆H = + 635,5 kJ
CO2(g)............................ → C(s) + O2(g) ............∆H = + 393,5 kJ
Ca(s) + C(s) + ½ O2(g) → CaCO3(s)................. ∆H = - 1207,1 kJ
_________________________________________ _
CaO(s) + CO2(g) ...........→ CaCO3(s).................. ∆H = - 178,1 kJ

3. Penentuan ∆H Reaksi Berdasarkan Data Perubahan Entalpi
Pembentukan Standar ( ∆Hof )
Cara lain perhitungan entalpi reaksi yaitu berdasarkan entalpi pembentukan standar( ∆Hof ) zat-zat yang ada pada reaksi tersebut.

∆Hreaksi = ∑∆Hof produk - ∑∆Hof reaktan

TABEL ENTALPI PEMBENTUKAN BEBERAPA ZAT

Zat

DHof ( kJ/mol )

Zat

DHof ( kJ/mol )

H2(g)

0

C2H4(g)

+ 52,5

O2(g)

0

CCl4(g)

- 96,0

C(s)

0

NH3(g)

- 45,9

H2O(g)

- 241,8

NO2(g)

+ 33,2

H2O(l)

- 285,8

SO2(g)

- 296,8

CO2(g)

- 393,5

HCl(g)

- 92,3

CO(g)

-110,5

NO(g)

+ 90,3



Contoh Soal :
Dari tabel entalpi pembentukan diatas, tentukan :
a. ∆H reaksi pembakaran C2H4 !

b. Tentukan jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 56 g gas C2H4
a. Reaksi pembakaran C2H4

C2H4(g) + 3 O2(g)→2CO2(g) + 2H2O(l)

∆H reaksi = ∆Hof hasil reaksi - ∆Hof pereaksi
= ( 2. ∆Hof CO2 + 2. .∆Hof H2O ) – ( 1. ∆HofC2H4 + 3. ∆Hof O2)
= ( 2 . -393,5 + 2. -285,8 ) – ( 1. 52,5 + 3. 0 )
= -787 – 571,6 + 52,5
= - 1306,1 kJ/mol


b. Mr C2H4 = (2x12) + (4x1) = 28
Mol C2H4 = 56/28 = 2 mol
∆H pembakaran 2 mol C2H4 = 2 mol x ( -1306,1 kJ/mol )
= -2612,2 kJ
Jadi pada pembakaran 56 gram gas C2H4 dibebaskan kalor sebesar
2612,2 kJ


4. Penentuan ∆H Reaksi Dari Energi Ikatan


Reaksi kimia antarmolekul dapat dianggap berlangsung dalam 2 tahap
yaitu :

I. Pemutusan ikatan pada pereaksi

II.Pembentukan ikatan pada produk


Misal, pada reaksi antara gas klorin dengan gas hidrogen membentuk gas
hidrogen klorida dapat digambarkan sebagai berikut :

Sesuai dengan hukum Hess, ∆H reaksi total adalah ∆H tahap-I + ∆H tahap-II.
∆H tahap-I = ∑ Energi ikatan pada pereaksi (yang putus)
∆H tahap-II = -∑ Energi ikatan pada produk (yang terbentuk).
∆H reaksi = ∑ Energi ikatan pereaksi yang putus - ∑ Energi ikatan produk yang terbentuk
= ∑ Eruas kiri - ∑ Eruas kanan

TABEL ENERGI IKATAN

Ikatan

E (kJ/mol)

Ikatan

E (kJ/mol)

H-H

436

O=O

498

H-C

415

CN

891

H-N

390

F-F

160

C-C

345

Cl-Cl

243

CC

837

H-Cl

432

C-O

350

C=C

611

C=O

741

I-I

150

C-Cl

330

N=N

418

O-H

450

C-F

485


Penyelesaian :



........H
.........l
H – C – O-H +1 ½ O=O → O=C=O +2H-O-H
........l
.......H

∆H reaksi = ∑Epemutusan -∑Epembentukan

= { (3.Ec-H)+( 1.EO-H) +(1.EC-O)+ (1 ½ EO=O)} – {(2.EC=O)

+(4.EO-H)}

= {(3.415)+(1.460)+(1.350)+1 ½.498)} –{(2.741)+(4.460)}

= 2802-3322

= -520 kJ/mol

Rabu, 25 November 2009

Percobaan Eksoterm dan Endoterm

A. Judul Percobaan

Reaksi Eksoterm dan Endoterm

B. Tujuan

Mengetahui dan mempelajari gejala yang ditimbulkan oleh reaksi

eksoterm dan endoterm.

C. Alat dan Bahan

Alat : tabung reaksi, gelas kimia, thermometer

Bahan : larutan HCl, CaO, urea, akuades, dan serbuk seng

D. Langkah Kerja

1. Masukkan larutan HCl 1M ke dalam tabung reaksi, kemudian

masukkan serbuk seng ke dalam larutan tersebut. Amati perubahan

yang terjadi dan ukur perubahan suhu (sebelum dan sesudah reaksi).

2. Masukkan serpihan CaO ke dalam gelas kimia yang berisi akuades

setengahnya. Amati perubahan yang terjadi dann ukur perubahan

suhunya (sebelum dan sesudah reaksi) !

3. Masukkan akuades ke dalam tabung reaksi (yang sudah diukur

suhunya), kemudian masukkan urea ke dalam tabung reaksi

tersebut. Amati perubahan yang terjadi dan ukur suhunya !

E. Hasil Kerja

No

Percobaan

Suhu Awal (oC)

Suhu Akhir (oC)

∆T (oC)

Gejala yang timbul

Eksoterm/Endoterm

1.

HCl + seng






2.

CaO + akuades






3.

Urea + akuades







F. Permasalahan

1. Bagaimana cara untuk membedakan reaksi tersebut termasuk

eksoterm/endoterm ?

2. Tuliskan reaksi yang terjadi untuk masing-masing percobaan di atas!

G. Kesimpulan

Reaksi Endoterm dan Eksoterm

1. Reaksi Eksoterm

1. Reaksi yang membebaskan kalor
2. Suhu sistem > suhu lingkungan
3. Kalor berpindah dari sistem ke lingkungan
4. Disertai kenaikan suhu.
5. Penulisan persamaan reaksinya sbb :
Reaksi A + B ----> C dibebaskan kalor 10 kj
Persamaan Reaksi :
A + B ----->C + 10 kj
r = p + 10 kj
r > p

ΔH = Hp - Hr
kecil - besar
ΔH = -

Diagram tingkat energi pada reaksi :
A + B ----> C

2. Reaksi Endoterm

1. Reaksi yang memerlukan kalor
2. Suhu sistem C
A + B ---->C - 25 kj
C diserap kalor 25 kj

r = p - 25 kj
r < h =" Hp">il ΔH = +




Hukum Kekekalan , Energi, Sistem dan Lingkungan

1. Hukum Kekekalan Energi

Hukum kekekalan energi dikenal dengan hukum
Termodinamika I yang berbunyi : “ Energi dapat diubah, tetapi
tidak dapat dimusnahkan. “

2. Sistem Dan Lingkungan
a. Sistem adalah bagian dari obyek yang sedang diamati
Sistem kimia adalah campuran pereaksi yang kita amati
b. Lingkungan adalah bagian diluar sistem
c. Jenis Sistem
1. Sistem terbuka : jika antara sistem dan lingkungan dapat
mengalami pertukaran materi dan energi.
2. Sistem tertutup : jika antara sistem dan lingkungan tidak dapat
terjadi pertukaran materi, tetapi terjadi pertukaran energi.
3. Sistem terisolasi : jika antara sistem dan lingkungan tidak terjadi pertukaran materi dan energi.
 
WELCOME TO MY BLOG