Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama. Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.
Contoh 1:Terbentuknya senyawa BF3-NH3
Rumus Lewis
Struktur kimia
Contoh 2: Terbentuknya senyawa NH4+
Contoh 3: o Terbentuknya senyawa SO3 16S: 2.8.6 8O: 2.6
Soal Latihan
Tuliskan struktur Lewis dan struktur kimia dari: a. SO2 (NA S=16,O=8) b. H2SO4 (NA H=1, S=16,O=8) c. H3PO4 (NA P=15,H=1,O=8)
1.Hitunglah jumlah proton, elektron dan neutron dari unsur-unsur di bawah ini : 2.Gambarlah model atom menurut Thompson! 3. Tentukan pasangan-pasangan dari isotop, isobar dan isoton dari unsur-unsur di bawah ini! 4. Terangkan Sistem periodik menurut Dobereiner! 5. Tuliskan konfigurasi elektron dari atom-atom berikut dan tentukan elektron valensinya! a.19 K b. 56Ba c.53I d.36Kr 6. Tulislah unsur-unsur yang termasuk dalam golongan Alkali Tanah! 7. Tentukan golongan dan periode dari unsur-unsur di bawah ini! a. 38 Sr b. 17Cl c.36Kr d. 33As 8. Sebutkan sifst-sifat keperiodikan unsur dan jelaskan dalam satu periode! 9.Tembaga di alam terdiri atas isotop Cu-65(40%) dan isotop Cu-63(60%).Hitunglah Ar dari Cu! 10. Jika diketahui massa atom relatif unsur X adalah 36. Hitunglah massa rata-rata dari unsur tersebut!
Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan.
Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam).
Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion.
Atom non logam cenderung untuk menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang terbentuk dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama.
Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron). a). Ikatan Kovalen Tunggal Contoh 1 : Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom H membentuk molekul H2 Konfigurasi elektronnya : 1 H = 1 Rumus struktur : H-H Contoh 2 : Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF Konfigurasi elektronnya : 1H : 1 17F : 2.8.7
Rumus struktur :H-F
Contoh 3: NH3 7N : 2.5 1H: 1 Rumus struktur
b). Ikatan Kovalen Rangkap Dua Contoh 1 : Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2 Konfigurasi elektronnya : 8O= 2, 6 Atom O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron sebanyak 2. Ke-2 atom O saling meminjamkan 2 elektronnya, sehingga ke-2 atom O tersebut akan menggunakan 2 pasang elektron secara bersama.
Contoh 2: CO2
6C : 2.4 8O : 2.6
c). Ikatan Kovalen Rangkap Tiga Contoh 1: Ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul Konfigurasi elektronnya : 7N= 2, 5
Atom N memiliki 5 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom N memerlukan tambahan elektron sebanyak 3. Ke-2 atom N saling meminjamkan 3 elektronnya, sehingga ke-2 atom N tersebut akan menggunakan 3 pasang elektron secara bersama.
Rumus struktur
Rumus kimia : N2 Contoh 2: Ikatan antara atom C dengan C dalam etuna (asetilena, C2H2). Konfigurasi elektronnya : 6C= 2, 4 1H = 1 Atom C mempunyai 4 elektron valensi sedangkan atom H mempunyai 1 elektron. Atom C memasangkan 4 elektron valensinya, masing-masing 1 pada atom H dan 3 pada atom C lainnya.
Rumus Lewis
Rumus struktur
Latihan Soal Jelaskan terbentuknya ikatan kovalen dari senyawa berikut dan gambarkan struktur Lewis dan kimianya! 1.PCl3 ( nomer atom P=15,Cl= 17) 2. CH4 (nomer atom C=6,H=1) 3.H2O (nomer atom O=8,H=1) 4.NF3 (nomer atom N=7,F=9) 5.SCl2 (nomer atom S=16,Cl=17)
• Ikatan yang terjadi antara ion positif dan ion negatif karena gaya elektrostatis • Ion positif terjadi karena melepaskan elektron • Ion negatif terjadi karena mengikat elektron • Ion positif berasal dari unsur logam terutama dari Gol IA dan IIA • Ion negatif berasal dari unsur non logam terutama Gol VI A dan VIIA • Terjadi antara unsur logam dan non logam Contoh 1 : Ikatan antara Na dengan Cl Konfigurasi elektronnya
Atom Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia.
Atom Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia
Contoh 2. Ikatan antara 11Na dan 8O
melepas 1 elektron
mengikat 2 elektron
Contoh 3: 12Mg dengan 8O
melepas 2 elekron mengikat 2 elektron
Sifat umum senyawa ionik :
Titik didih dan titik lelehnya tinggi
Keras, tetapi mudah patah
Penghantar panas yang baik
Lelehan maupun larutannya dapat menghantarkan listrik (elektrolit)
Larut dalam air
Tidak larut dalam pelarut/senyawa organik (misal : alkohol, eter, benzena)