Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sabtu, 03 April 2010

Isomer Alkena

Ada tiga isomer pada alkena. Contoh isomer butena sebagai berikut :

1. Isomer Posisi

Berdasarkan letak ikatan rangkapnya yang berbeda.

Contoh :

2. Isomer Rantai

Berdasarkan letak cabang pada rantai utama

Contoh : CH2═CH─CH2─CH3 1-butena

CH2═C─CH3 2-metil-1-propena

..........l

,.......CH3

3. Isomer Geometri atau Cis – Trans

Berdasarkan perbedaan kedudukan gugus sejenis yang diikat C═C


Jumat, 02 April 2010

Tata Nama Alkena

Aturan pemberian nama pada alkena adalah sebagai berikut.

a. Rantai utama dipilih rantai terpanjang

b.Atom C yang mengandung ikatan rangkap, pada rantai utama diberi nomor paling kecil dekat ikatan rangkap

Contoh:

c.Bila rantai alkena bercabang, dan kedua ujung mempunyai jarak yang sama terhadap ikatan rangkap, penomoran dimulai dari ujung yang paling dekat dengan cabang, nama cabang di dahulukan

Contoh :

2-metil-2-butena


2-etil-4-metil-1-pentena

d. Jika suku alkena mempunyai dua ikatan rangkap atau lebih, maka namanya diberi awalan sesuai jumlahnya (2=di, 3= tri, dan seterusnya)

Contoh
1CH2═2CH─3CH─4CH═5CH2
...........................l
........................
CH3
3-metil-1,4-pentadiena



Sabtu, 20 Maret 2010

Rumus Alkena

Alkena merupakan hidrokarbon tak jenuh yang mempunyai ikatan rangkap

Rumus alkena

CnH2n

Beberapa senyawa alkena sebagai berikut:

Rumus molekul

Nama

C 2 H 4 C 2 H 4

etena

C 3 H 6 C 3 H 6

propena

C 4 H 8 C 4 H 8

butena

C 5 H 10 C 5 H 10

pentena

C 6 H 12 C 6 H 12

hexena

C 7 H 14 C 7 H 14

heptena

C 8 H 16 C 8 H 16

oktena

C 9 H 18 C 9 H 18

nonena

C 10 H 20 C 10 H 20

dekena

Jumat, 19 Maret 2010

Sifat-Sifat Alkana

a. Sifat Fisis Alkana

1) Merupakan senyawa nonpolar, sehingga tidak larut dalam air.

2) Pada suhu kamar, alkana dengan atom C1-C4 berfase gas, C5-C17 berfase cair dan > C18 berfase padat.

3) Bila rantai C semakin panjang viskositas ( kekentalan) semakin tinggi,titik didih semakin tinggi.

4) Untuk alkana yang berisomer , dengan atom C sama banyak, semakin banyak jumlah cabang semakin rendah titik didihnya.

b. Sifat Kimia Alkana

1). Dapat mengalami reaksi substitusi/pergantian atom bila direaksikan dengan halogen(F2, Cl2, Br2, I2)

Contoh:

2) Reaksi oksidasi / reaksi pembakaran dengan gas oksigen menghasilkan energi. Pembakaran sempurna menghasilkan CO2, pembakaran tidak sempurna menghasilkan gas CO

Reaksi yang terjadi:

CH4(g) + 2O2(g) ----->CO2(g) + 2H2O(g) + energi

CH4(g) + 1/2O2(g)------>CO(g) + 2H2O(g) + energi

3) Reaksi eliminasi

Penghilangan beberapa atom untuk membentuk zat baru. Alkana dipanaskan mengalami eliminasi dengan bantuan katalis logam Pt/Ni akan terbentuk senyawa ikatan rangkap /alkena.


PENGGUNAAN ALKANA :

· Metana : zat bakar, sintesis, dan carbon black (tinta,cat,semir,ban)

· Propana, Butana, Isobutana : zat bakar LPG (Liquified Petrolium Gases)

· Pentana, Heksana, Heptana : sebagai pelarut pada sintesis

 
WELCOME TO MY BLOG