Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Kamis, 07 Mei 2009

Flu Babi

Merebaknya berbagai macam flu membahayakan saat ini meresahkan masyarakat dunia. Bagaimana tidak, orang yang terkena dampaknya memiliki risiko kematian jika tidak segera ditanggulangi.
Saat ini penyakit flu yang paling menjadi momok flu burung dan flu babi. Apa dan bagaimana penyebab flu tersebut saat ini tengah menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan dan juga ahli kesehatan.

Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2009), kedua penyakit tersebut sama-sama disebabkan oleh penyebaran virus influenza tipe A. Flu burung disebabkan oleh virus H5N1 sementara penyebab flu babi adalah virus H1N1.

Sesuai dengan namanya, H5N1 yang menjadi penyebab flu burung penularan pertama terjadi ketika seseorang kontak dengan hewan aves atau burung yang telah terkena virus tersebut. Sementara flu babi sebagian besar ditularkan oleh hewan babi.
Sesuai dengan namanya, H5N1 yang menjadi penyebab flu burung penularan pertama terjadi ketika seseorang kontak dengan hewan aves atau burung yang telah terkena virus tersebut. Sementara flu babi sebagian besar ditularkan oleh hewan babi.

Kedua virus influenza tipe A ini juga sama-sama bisa menyebar dari manusia ke manusia. Bedanya, H1N1 memiliki tingkat kecepatan penyebaran lebih tinggi. Bahkan menurut hasil penelitian terbaru, hanya dengan sekali bersin saja sekira 100.000 virus H1N1 bisa menempel di mana saja dan berpotensi menyebarkan penyakit kepada orang yang menyentuh benda-benda yang terkena bersin.

Namun begitu, virus H5N1 lebih ganas daripada H1N1. Hal itu dikarenakan tingkat persentase kematian yang disebabkan H5N1 lebih tinggi, sekira 80 persen. Sementara H1N1 menyebabkan kematian hanya sekira enam persen.

Berbeda dengan H5N1 yang tumbuh subur di daerah tropis, tidak demikian halnya dengan H1N1. Namun negara manapun patut waspada mengahadapi penyebaran virus H1N1. Karena nyatanya virus tersebut kini tengah merebak di Meksico yang merupakan negara beriklim tropis
Flu Meksiko yang merupakan varian dari jenis virus H1N1 terdiri atas varian flu babi, flu burung dan flu manusia. Varian baru ini sebelumnya tidak pernah ditemukan. Flu babi Meksiko berpotensi lebih berbahaya daripada flu burung, karena bisa ditularkan dari manusia ke manusia. Sejauh ini, hal tersebut tidak terjadi pada flu burung. Kemungkinan terjadinya pandemi, epidemi di seluruh dunia, tergantung pada cepatnya penularan virus bersangkutan. Sejauh ini tampaknya masih lumayan.
Sesudah Meksiko, di negara bagian Amerika Serikat seperti Texas, Kalifornia, dan kemungkinan juga New York, telah ditemukan orang yang sakit. Sementara, mereka telah pulih kembali. Menurut Pusat Pengawasan Penyakit Amerika, mereka sakit akibat virus yang sama, tapi tidak jelas apakah ini ada kaitannya dengan wabah di Meksiko. Di Selandia Baru juga dilaporkan sebanyak sepuluh murid sekolah terjangkit virus tersebut sekembalinya dari perjalanan ke Meksiko.

Penularan:
Flu Meksiko yang merupakan varian dari jenis virus H1N1 terdiri atas varian flu babi, flu burung dan flu manusia. Varian baru ini sebelumnya tidak pernah ditemukan. Flu babi Meksiko berpotensi lebih berbahaya daripada flu burung, karena bisa ditularkan dari manusia ke manusia. Sejauh ini, hal tersebut tidak terjadi pada flu burung. Kemungkinan terjadinya pandemi, epidemi di seluruh dunia, tergantung pada cepatnya penularan virus bersangkutan. Sejauh ini tampaknya masih lumayan.
Sesudah Meksiko, di negara bagian Amerika Serikat seperti Texas, Kalifornia, dan kemungkinan juga New York, telah ditemukan orang yang sakit. Sementara, mereka telah pulih kembali. Menurut Pusat Pengawasan Penyakit Amerika, mereka sakit akibat virus yang sama, tapi tidak jelas apakah ini ada kaitannya dengan wabah di Meksiko. Di Selandia Baru juga dilaporkan sebanyak sepuluh murid sekolah terjangkit virus tersebut sekembalinya dari perjalanan ke Meksiko.

Mutasi :
H1N1 merupakan biang keladi yang terkenal, karena ia cepat bermutasi. Virus tersebut dengan mudah saling bertukar materi genetik dengan babi, burung dan manusia. Terdapat 71 jenis yang ada. Virus tersebut juga menjadi penyebab flu Spanyol antara tahun 1918 dan 1919 yang menewaskan puluhan juta orang di seluruh dunia. Juga di tahun 20an dan 50an, virus tersebut menyebabkan epidemi besar.
Dalam epidemi besar terakhir di tahun 1977, virus itu muncul kembali sebagai flu Rusia, dengan akibat yang tidak terlalu mencemaskan. Flu Rusia menjangkiti terutama anak-anak sekolah, anak-anak kecil yang daya tahan tubuhnya belum berkembang untuk menghadapi virus tersebut. Orang tua sudah lebih dahulu terkena.
Ini kemungkinan bisa menjelaskan kenapa anak-anak muda yang terutama diserang di Meksiko. Di samping itu, varian baru rentan terhadap vaksin flu yang disebarkan setiap musim dingin.

Pengobatan :
Para pasien di Meksiko bereaksi positip terhadap obat-obat antiviral seperti Oseltamivir (Tamiflu). Ini ibarat suatu keuntungan dalam ketidakberuntungan karena Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), Maret kemarin melaporkan sebagian besar virus H1N1 (1291 dari 1362 virus yang diteliti) rentan terhadap obat-obat tersebut.
WHO belum bisa mengeluarkan pernyataan tegas mengenai potensi bahaya karena masih sedikit yang diketahui. Masih dibutuhkan penelitian terlebih dahulu. Sementara ini tidak ada larangan untuk bepergian, ataupun langkah-langkah tambahan bagi masyarakat, atau larangan ekspor babi.
• Influensa A dan B, penyebab utama flu pada manusia
• Kedua subtipe itu dinamai berdasar kombinasi dua protein utama di dinding virus: Haemagglutinine (H) dan Neuraminidase (N). Hanya kedua protein iniliah yang dikenali oleh sistem pertahanan tubuh manusia. Haemagglutinine memiliki 16 varian dan Neuraminidase mengenal 9 jenis.
• Dalam varian-varian tersebut, masih bisa terjadi mutasi.
• Oleh karena itu, produksi vaksin yang efektif baru bisa dilakukan apabila jenis dari virus tersebut diketahui berita2 dari Eropa :
BRUSSEL: Wabah flu babi yang menyapu Meksiko kini mencapai Eropa. Pemerintah Spanyol membenarkan, seorang pria yang baru-baru ini mengunjungi Meksiko telah terjangkit penyakit itu. Di Jerman, empat orang dikarantina dengan gejala-gejala yang menunjuk pada flu babi. Inggris juga melaporkan, dua orang posititif menderita flu itu. Oranisasi Kesehatan Dunia WHO menaikkan tingkat siaga, dari tiga menjadi empat. Tingkat siaga ini berarti penyebaran virus mencakup dari manusia ke manusia dan menyebabkan wabah sekurangnya lebih dari 1 negara. Di Meksiko, pemerintah mengatakan sebanyak 149 orang tewas akibat virus flu babi, H1N1. Di AS, kota New York melaporkan 28 kasus flu babi di sebuah sekolah negeri. Kasus lain dilaporkan dari Texas, Ohio, Kansas dan California, juga dari Kanada. Komisi Eropa menjadwalkan pertemuan darurat para mentri kesehatan untuk membahas implikasi virus flu yang mudah menular tersebut.
Diambil dari berbagai sumber


1 komentar:

obat mata herbal mengatakan...

postingan blog ini sesuai dengan isi yang di sajikan nya. aku baru menemukan informasi yang semenarik dalam blog ini. terima kasih ya gan informasinya.

Posting Komentar

 
WELCOME TO MY BLOG